Satria Muda (SM) Britama terus mempertahankan rekor tak terkalahkan selama championship series Flexi NBL Indonesia. Tadi malam (26-4), tim juara bertahan itu mengalahkan Garuda Speedy Bandung 61-45 dalam laga semifinal di GOR UNY, Jogjakarta.
Kemenangan itu mengantarkan SM melaju ke final. Siapa yang akan menjadi lawan mereka baru bisa dipastikan hari ini. Sebab, kemarin Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta berhasil memberikan kekalahan pertama untuk Dell Aspac Jakarta dengan skor 58-40.
Sesuai dengan regulasi double elimination, Aspac masih punya satu kesempatan lagi karena baru kalah sekali. Padahal, kalau bisa mengalahkan PJ kemarin, mereka akan langsung melaju ke final seperti halnya SM. Laga do or die Aspac melawan PJ itu akan diselenggarakan malam ini (27/4)
PJ yang sempat dikalahkan Garuda pada pertandingan kedua lalu ternyata mampu bangkit. Penuh kepercayaan diri, tak kenal menyerah, dan senantiasa disiplin di lapangan, membuat PJ dominan atas Aspac.
Center Fidyan Dini menjadi bintang kemenangan PJ kemarin. Selain menjadi top scorer dengan 18 poin, dia juga mampu menjaga jantung pertahanan PJ dengan sangat baik. Dia mampu membuat center Aspac M. Isman Thoyib frustasi sehingga kena foul trouble di awal - awal pertandingan.
Point guard PJ Kelly Purwanto juga tidak kalah bagus. Di mampu mengalirkan bola dengan sangat baik, membuka ruang kosong untuk bigman maupun para shooter. Bersamaan buzzer kuarter kedua, dia juga membukukan tiga poin dengan cara yang spektakuler. Tembakannya dari 3/4 lapangan berhasil masuk. Tiga poin dari Kelly itu membuat PJ unggul 29-18 dan tak terkejar sampai akhir laga.
Pelatih PJ Rastafari Horongbala menyatakan bangga dengan penampilan anak asuhannya. Namun, dia mengingatkan perjuangan belum selesai. Dia menekankan pada para pemainnya untuk fight hari ini demi merebut tiket final.
"Kuncinya kami sukses mematikan shooter Aspac. Besok (hari ini, Red), pertandingan akan lebih berat. Tjetjep (Firmansyah, pelatih Aspac, Red) pastinya sudah menemukan cara untuk mengantisipasi startegi kami," ulas Rastafari.
Aspac sendiri bermain sangat buruk. Jika sebelumnya banyak mendulang poin dari tembakan tiga angka, kemarin dari 20 percobaan tembakan tiga angka tidak satu pun masuk. Shooter Aspac Xaverius Prawiro sampai-sampai diturunkan sangat singkat pada kuarter keempat karena bermain buruk.
Namun, Tjetjep optimistis Mario Gerungan dkk akan mampu merebut kemenangan hari ini. Satu hal yang membuat Tjetjep gembira adalah barisan pemain cadangan Aspac bermain dengan sangat baik. "Sekarang pertaruhannya adalah mental. Bisa nggak anak-anak. Disiplin nggak mereka. Kalau mereka mau, pasti kami bisa mengalahkan PJ dan masuk final," tandasnya.
Jika Aspac dan PJ masih harus berduel hari ini, SM bisa beristirahat hari ini. Itu tentu akan memberikan keuntungan menjelang final Minggu nanti (29/4).
Pelatih SM Octaviarro Romely Tamtelahitu menyatakan, kemenangan kemarin membuktikan mental juara SM. Meski banyak mengandalkan pemain muda, namun nyatanya SM mampu menunjukkan performa yang luar biasa di musim ini.
"Para pemain selalu ingin menang. Itulah karakter SM. Kondisi tim memang babak belur karena beberapa pemain cedera. Namun, layaknya perang, anak-anak bisa babak belur, tapi akhirnya tetap bertanding lagi sampai tenaganya benar-benar habis," terang Ocky, sapaan karibnya. (ru/nur/ang)
Story Provided by Jawa Pos