NEWS


nblindonesia.com - 18/04/2012
Lawan Garuda, CLS Siap Sakit
Demi Patahkan Rekor Selalu Kalah di Musim Reguler

CLS Knights Good Day Surabaya memulai rangkaian Flexi NBL Indonesia 2011-2012 dengan hasil cemerlang. Pada preseason tournament awal Oktober tahun lalu di Malang, mereka menjadi kampiun.

Setelah itu, banyak pihak memprediksi tim basket kebanggaan Surabaya itu akan merajai musim reguler. Sebab, itu menunjukkan peningkatan performa CLS bila dibandingkan dengan musim sebelumnya. Saat itu mereka menjadi runner-up di preseason tournament maupun championship series.

Namun, ekspektasi itu ternyata tidak terpenuhi. Penampilan CLS tidak konsisten, naik turun mulai seri I di Bandung hingga seri VI di Jakarta. CLS yang digadang sebagai salah satu unggulan utama malah menempati peringkat nomor lima di klasemen akhir musim reguler.

Inkonsistensi CLS memang terlihat sejak awal musim. Pada seri perdana, pasca menjadi juara preseason, CLS kalah tiga kali. Mereka kandas melawan dua kuda hitam, Stadium Jakarta dan Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan.

Satu kekalahan lagi dialami CLS dari Garuda Speedy Bandung. Margin kekalahan CLS cukup jauh, mencapai 16 poin (48-64). Sejak itu, Agustinus Indrajaya dkk tidak pernah sekalipun menang atas Garuda dalam dua pertemuan berikutnya di seri IV Denpasar dan seri V di Surabaya. Itu menjadikan Garuda sebagai satu-satunya tim yang tidak bisa dikalahkan CLS musim ini.

Nah, dalam pertandingan perdana championship series pada 21 April mendatang, CLS harus berhadapan dengan Garuda. Di antara empat pertandingan perdana, inilah laga paling seru. Peringkat kedua tim paling mepet (keempat melawan kelima). Kekuatannya pun berimbang.

Takutkah CLS menghadapi rekor sempurna Garuda? Tidak! Pelatih CLS Risdianto Roeslan menegaskan, timnya siap sakit untuk mengakhiri rekor selalu kalah dari Garuda.

''Istilahnya, sekarang no pain no gain. Kalau melawan Garuda, jelas kami akan habis-habisan. Kekalahan 0-3 kami lupakan. Saat di championship series, kami memulai pertandingan dengan skor 0-0,'' kata Risdi kemarin (17/4).

Kunci sukses Garuda selalu menang dalam tiga pertemuan musim reguler dengan CLS sebenarnya adalah sosok Wan Amran. pelatih Garuda itu musim lalu adalah head coach CLS. Dia tahu benar kelebihan dan kekurangan CLS yang hampir tidak melakukan perubahan skuad.

Amran paham betul bahwa CLS bergantung pada barisan shooter-nya. Karena itulah, mantan pelatih Bhinneka itu selalu menginstruksi pemainnya untuk menutup ruang gerak penembak CLS. Buktinya, pada pertemuan di seri V Surabaya, persentase tembakan tiga shooter CLS Sandy Febiansyakh, Wijaya Saputra, dan Jeffry Bong adalah nol persen.

Saat shooter CLS macet, pemain Garuda Hendrik Agustinus yang lebih besar dan tebal mampu menutup agresivitas big man CLS yang hanya bergantung pada center Agustinus Indrajaya di painted area.

''Ini soalnya, anak-anak berani nggak? Kalau dilihat, kami memiliki keunggulan komparatif karena skuad kami lebih dalam ketimbang Garuda,'' tegasnya.

Risdianto menyatakan timnya tidak ada masalah dalam hal teknik maupun taktik. Pelatih asal Kediri itu menyebut faktor mental lebih menentukan. Siapa yang menang mental dialah yang menjadi pemenang. (nur/c2/ang)

---

Strong and Weakness CLS Knights

Kualitas starter dan bench player tidak jauh berbeda. Sepuluh hingga sebelas pemain bisa saling mengisi.

Kondisi seluruh pemain fit. Power forward tim nasional Dwi Haryoko mulai pulih. Ini membuat center Agustinus Indrajaya tidak bekerja sendirian di painted area.

CLS memiliki shooter yang komplet. Selain pemain yang memang diplot sebagai shooting guard, CLS punya Tony Agus dan Andrie Ekayana yang punya kemampuan bagus dalam tembakan tiga angka. Masing-masing memiliki akurasi 49 persen dan 35,2 persen.

CLS memiliki beban berat untuk bisa menjadi juara musim ini sesuai dengan target dari owner. Hal tersebut membuat penampilan tim inkonsisten dan angin-anginan.

Risdianto Roeslan baru kali ini menjadi head coach. Dibandingkan pelatih kepala lain di championship series, dia paling miskin pengalaman.

Defense CLS kurang solid. Ini bisa dilihat dari rebound dan block yang dilakukan. CLS berada di nomor empat dalam urusan rebound. Untuk block, catatan 82 adalah yang terendah kedua di NBL Indonesia, hanya kalah oleh peringkat buncit NSH GMC Riau.

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
Telkom Speedy DBL Indonesia Bank BRI Chevrolet Indonesia Microsoft Windows 8 MitraNET Mikasa League Jawa Pos Group TVRI Perbasi SBO TV Jogja TV Jogjakarta Plaza Hotel Q Radio Jogja 88.3 FM Geronimo 106.1 FM Jogja Swaragama 107.1 FM Jogja Elfara 93 FM Malang SSFM 105.2 FM Semarang Gen FM 103.1 Surabaya Rase FM 102.3 Bandung Atma Jaya Radion 107.8 FM Jogjakarta Gogirl! Magz
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright © 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.