POPULARITAS Flexi NBL Indonesia di Bali semakin tinggi. Pada musim keduanya, terjadi lonjakan penonton yang siginifikan. Selama sebelas hari penyelenggaraan, data PT DBL Indonesia selaku pengelola liga menunjukkan total sebelas ribu orang memadati di GOR Merpati.
Tidak hanya warga Bali yang menonton seri IV. Banyak pula warga luar kota yang ikut merasakan ketatnya persaingan kasta tertinggi basket profesional tanah air itu. Ketika liburan di Bali, mereka menyempatkan datang ke gedung yang berkapasitas lebih dari 1.500 orang tersebut.
Salah satunya, Yosimar Eduard yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Bersama Jerry A.J. Pinontoan dan Egy Katim, Eduard sengaja berkililing dari satu kota ke kota lainnya untuk menonton NBL.
''Tahun ini sepertinya lebih ramai. Pertandingannya seru-seru. Jadi betah aja untuk terus nonton. Setiap tim besar bisa saling mengalahkan saat ini,'' kata Yosimar.
Bahkan, mantan binaragawan paling populer di Indonesia Ade Rai menyempatkan diri menonton. Itu adalah kali pertama pria yang bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai tersebut melihat NBL di Bali.
''Sebetulnya, di Jakarta saya sudah beberapa kali (nonton NBL). Namun, di Bali baru saat ini. Padahal, kampung halaman saya di Dalung, Denpasar, ini,'' kata Ade saat ditemui di sela-sela pertandingan Dell Aspac Jakarta versus Pelita Jaya Esia Jakarta Minggu lalu (26/2).
Pengusaha pusat kebugaran berusia 41 tahun itu menambahkan, dirinya mendengar banyak sekali pujian mengenai NBL Indonesia. Liga ini, menurut Ade, semakin berkembang dari waktu ke waktu. (nur/c8/ang)
Story Provided by Jawa Pos