DBL Arena Surabaya, 29 Juni 2013

nblindonesia.com - 30 Jun 2013
Grant: Suatu Saat Ada Pemain Indonesia di NBA
Speedy NBL All-Star Lebih Seru, Menghibur, dan Banyak Aksi

SURABAYA - Janji dua mantan bintang NBA, Horace Grant dan Rafer Alston, untuk menyulap Speedy NBL Indonesia All-Star 2013 menjadi panggung entertainment menjadi kenyataan.

Tersaji di DBL Arena Surabaya tadi malam, NBL All-Star menyuguhkan sangat banyak aksi, permainan mengibur, serta gelak tawa. Juga, ajang pamer skill bukan hanya Grant dan Alston, tetapi juga bintang-bintang NBL Indonesia.

Hasil akhirnya, Tim Biru meraih kemenangan atas Tim Merah dengan skor 97-88. Namun, penonton mungkin akan melupakan skor final. Yang akan diingat hampir lima ribu fans di DBL Arena dan penonton seluruh Indonesia yang menyaksikan live via Kompas TV adalah aksi-aksi luar biasa para pemain.

Lihat saja aksi Alston dengan dribble dan ball handling sempurna yang membuat mulut ternganga saat melakukan dribbling between the leg dan mengolongkan bola di selangkangan Rachmad Febri Utomo (CLS Knights Surabaya).

Beberapa kali pemain Tim Biru gagal mengantisipasi umpan Alston yang sangat cepat. Mantan pemain Houston Rockets berjuluk Skip to My Lou itu benar-benar membuktikan janjinya untuk mengeluarkan trik-trik ala streetball andalannya.

''Pengalaman yang sangat luar biasa. Suasana, arena, dan penontonnya. Saya sangat gembira bisa berpartisipasi dalam ajang ini. Apalagi, tim kami menang. Sempurna,'' ujar Alston yang menjadi top scorer dengan 21 poin, menembakkan lima dari tujuh kesempatan tembakan tiga angka.

Bukan hanya Alston yang menghibur. Horace Grant juga membuat penonton ger-geran. Terutama saat pemilik empat cincin juara NBA bertinggi badan 208 cm tersebut menjaga point guard Tonga BSC Jakarta Richardo Orlando Uneputty. Maklum, Richard adalah pemain terpendek di NBL Indonesia dengan 163 cm.

Ketika mustahil melewati Grant, Richard ternyata melakukan aksi di luar dugaan dengan nyelonong ke selangkangan mantan bintang Chicago Bulls tersebut.

''Saya sangat terkesan dengan pemain-pemain Indonesia. Saya kira suatu hari, dengan kerja keras, mereka akan bisa bermain di NBA,'' papar Grant yang juga mantan pemain Los Angeles Lakers dan Orlando Magic itu.

''Berada di Indonesia sangat menyenangkan. Meski agak panas, saya menikmatinya. Orang-orang Indonesia dengan antusias, semangat, dan keramahannya membuat saya nyaman berada di sini,'' imbuhnya.

Most valuable player NBL All-Star adalah forward Aspac Fandi Andika Ramadhani. Bermain bersama Alston, pemain yang disapa Rama itu mengaku mendapat ilmu penting. Terutama dasar passing dan dribble yang baik.

Di sisi lain, Rama bersyukur gelar individunya itu melengkapi gelar juara Aspac dan MVP musim reguler yang didapatkan Pringgo Regowo. ''Alhamdulillah, semua gelar individu bisa kami ambil. Bermain bersama Alston adalah sebuah kesempatan langka,'' ujar Rama yang mencetak 12 poin.

Sebelum NBL All-Star, penonton di DBL Arena dihibur beberapa supporting event. Salah satu yang menarik adalah Celebrity Game. Tim Biru menang atas Tim Merah dengan skor 32-31.

Celebrity Game menyajikan hiburan superlucu dan kocak. Terutama saat mik MC acara direbut Rico Ceper (Tim Merah) dan Augie Fantinus (Tim Biru). ''Gitu aja nggak bisa. Tato aja dibanyakin lu,'' ujar Rico kepada Mario Lawalata yang gagal menembak tiga angka. Penonton pun langsung tertawa.

Momen yang juga mengejutkan adalah ketika Maria Selena, Putri Indonesia 2011, mendapat kecupan dari Rico Ceper sesaat setelah memasukkan bola lewat layup. Para pemain Tim Merah berakting mengeroyok Rico karena sudah mencium Selena.

''Jujur saja, agak takut karena kami sering diundang di Surabaya. Takutnya, penonton basket kan bosen. Tetapi, syukurlah bisa terhibur dengan gimmick yang kami berikan,'' kata Augie yang sempat memakai kacamata khas Grant dan kostum Orlando Magic dalam game kemarin.

''Saya luar biasa seneng berada di sini. Apalagi ketemu Alston. Dia bagaikan nabi bagi saya. Kalau tuhannya, kan Allen Iverson,'' ucap Richard Leo Latunusa alias Insane, streetballer populer Indonesia anggota Tim Biru.

Commissioner NBL Indonesia Azrul Ananda mengucapkan terima kasih kepada penonton Surabaya yang menurutnya sangat bisa diandalkan. ''Event basket apa aja di Surabaya itu selalu luar biasa. Terima kasih kepada semua fans. Ini kan bukan hanya dari Surabaya, banyak yang datang dari luar kota juga. Jadi, terima kasih,'' ujar Azrul.

''Hari ini (kemarin, Red) event-nya rapi, slam dunk contest-nya sangat menghibur, mungkin lebih menghibur daripada yang di NBA. Dan kita punya dua bintang NBA yang dua-duanya ramah dan menghibur. Suasananya jadi terang gitu,'' lanjut Azrul. (nur/c5/ham)

Story Provided by Jawa Pos


Telkom Speedy DBL Indonesia Bank BRI Chevrolet Indonesia MitraNET Mikasa League Kompas TV 89.7 FM Surabaya - Hard Rock FM 98.7 Gen FM Surabaya Jawa Pos Group Perbasi MPM Motor SONY XPERIA 94.8 DJFM Surabaya
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.